Kasih Sayang

About

Blogger news

Blogroll

Prosedur Pindah Anak SD

Ceritanya, si Ifa dan si Fathur mau pindah sekolah ke Bandarlampung, posisi si Ifa sih udah masuk TK, dan waktu pendaftaran TK sungguh tidak dipersulit sama sekali, tetapi Fathur yang sedang sekolah di LN ini yang sedikit repot, kalo membaca pengalaman dari Blog Victor yang memindahkan anaknya dari LN ke Palembang, maka prosedurnya sebagai berikut :

Pertama, pergi dulu ke SD yang dituju untuk pindah sambil membawa Surat Keterangan Pindah dari KBRI di LN., pastikan apakah masih ada tempat dan sekaligus menanyakan persyaratan apa saja yang harus saya siapkan supaya bisa diterima di sekolah tersebut.

Lalu, biasanya kita diminta membayar sejumlah uang administrasi juga membawa raport, surat pindah, NISN (Nomor Induk Siswa nasional), validasi (dari instansi terkait), dan akte kelahiran.


Jangan lupa minta surat rekomendasi dari SD yang dituju untuk kepentingan pengurusan ke Dinas Pendidikan, Surat rekomendasi tersebut diketahui oleh Kepala UPTD Pendidikan di kecamatan tempat SD tersebut. Sembari tanya kalau-kalau ada persyaratan lain selain di atas.

Lalu surat rekomendasi beserta rapor anak dan surat keterangan pindah sekolah dari KBRI saya bawa ke Disdikpora kotamadya/kabupaten/propinsi ? yang Bidang TK/SD. Dari sini akan di arahkan ke Validasi Data. Lalu petugas di bagian validasi data memasukan data anak saya ke basis data Diknas dan selesai sudah. Anak saya langsung dapat NISN.

Hanya memang urusannya harus dijalani dengan sabar dari satu tempat ke tempat lain. Menurut seorang komentator, tidak ada biaya administrasi dan uang sepeser pun yang dia keluarkan selain untuk ongkos kendaraan dan fotocopy berkas untuk arsip sendiri.

Oya ini link resmi dari website NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
Ceritanya, si Ifa dan si Fathur mau pindah sekolah ke Bandarlampung, posisi si Ifa sih udah masuk TK, dan waktu pendaftaran TK sungguh tidak dipersulit sama sekali, tetapi Fathur yang sedang sekolah di LN ini yang sedikit repot, kalo membaca pengalaman dari Blog Victor yang memindahkan anaknya dari LN ke Palembang, maka prosedurnya sebagai berikut :

Pertama, pergi dulu ke SD yang dituju untuk pindah sambil membawa Surat Keterangan Pindah dari KBRI di LN., pastikan apakah masih ada tempat dan sekaligus menanyakan persyaratan apa saja yang harus saya siapkan supaya bisa diterima di sekolah tersebut.

Lalu, biasanya kita diminta membayar sejumlah uang administrasi juga membawa raport, surat pindah, NISN (Nomor Induk Siswa nasional), validasi (dari instansi terkait), dan akte kelahiran.


Jangan lupa minta surat rekomendasi dari SD yang dituju untuk kepentingan pengurusan ke Dinas Pendidikan, Surat rekomendasi tersebut diketahui oleh Kepala UPTD Pendidikan di kecamatan tempat SD tersebut. Sembari tanya kalau-kalau ada persyaratan lain selain di atas.

Lalu surat rekomendasi beserta rapor anak dan surat keterangan pindah sekolah dari KBRI saya bawa ke Disdikpora kotamadya/kabupaten/propinsi ? yang Bidang TK/SD. Dari sini akan di arahkan ke Validasi Data. Lalu petugas di bagian validasi data memasukan data anak saya ke basis data Diknas dan selesai sudah. Anak saya langsung dapat NISN.

Hanya memang urusannya harus dijalani dengan sabar dari satu tempat ke tempat lain. Menurut seorang komentator, tidak ada biaya administrasi dan uang sepeser pun yang dia keluarkan selain untuk ongkos kendaraan dan fotocopy berkas untuk arsip sendiri.

Oya ini link resmi dari website NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)

Mengenal Kain Tapis Asli Lampung

Cyberto, kaskus addict -
Informasi berikut ini mengenai kain tapis, diambil dari arsip Kaskus, bersumber dari dari wikipedia

Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenun, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.

Suku bangsa lampung: Masyarakat Lampung asli memiliki struktur adat yang tersendiri. Bentuk masyarakat hukum adat tersebut berbeda antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya. Secara umum dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu masyarakat adat Saibatin dan masyarakat adat Pepadun



Suku bangsa Lampung yang beradat Saibatin (Pesisir) terdiri dari :

* Kepaksian Sekala Brak
* Keratuan Melinting
* Keratuan Balau
* Keratuan Darah Putih
* Keratuan Semaka
* Keratuan Komering
* Cikoneng Pak Pekon

Suku bangsa Lampung yang beradat Pepadun (Pedalaman) dapat digolongkan menjadi :

* Abung Siwo Mego (Abung Sembilan Marga)
* Mego Pak Tulang Bawang (Tulang Bawang Empat Marga)
* Pubian Telu Suku (Pubian Tiga Suku)
* Buay Lima Way Kanan (Way Kanan Lima Kebuayan)
* Sungkay Bunga Mayang

Berdasarkan pembagian penduduk yang serba mendua ini maka Lampung dikenal sebagai Propinsi Sang Bumi Ruwa Jurai yang dapat diartikan "Bumi Yang Dua Dalam Kesatuan."

Di daerah Lampung dikenal berbagai peralatan dan perlengkapan adat yang melambangkan status seseorang yang ditandai dengan pemilikan sebuah kain adat yaitu Kain Tapis Lampung.

Pengertian tapis lampung: Kain tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.


Sejarah kain tapis lampung: Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.

Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang Lampung telah menenun kain brokat yang disebut nampan (tampan) dan kain pelepai sejak abad ke-2 Masehi. Motif kain ini ialah kait dan kunci (key and rhomboid shape), pohon hayat, dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh.

Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolitikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.

Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.

Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepulauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan zaman bahari sudah mulai berkembang sejak zaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan islam antara tahun 1500 - 1700 .

Bermula dari latar belakang sejarah ini, imajinasi dan kreasi seniman pencipta jelas memengaruhi hasil ciptaan yang mengambil ide-ide pada kehidupan sehari-hari yang berlangsung disekitar lingkungan seniman dimana ia tinggal. Penggunaan transportasi pelayaran saat itu dan alam lingkungan laut telah memberi ide penggunaan motif hias pada kain kapal. Ragam motif kapal pada kain kapal menunjukkan adanya keragaman bentuk dan konstruksi kapal yang digunakan.

Jenis tapis lampung menurut asal pemakaiannya: Beberapa jenis kain tapis yang umum digunakan masyarakat Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin adalah :
Tapis Lampung dari Pesisir

* Tapis Inuh
* Tapis Cucuk Andak
* Tapis Semaka
* Tapis Kuning
* Tapis Cukkil
* Tapis Jinggu
Tapis lampung dari Pubian Telu Suku

* Tapis Jung Sarat
* Tapis Balak
* Tapis Laut Linau
* Tapis Raja Medal
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Cucuk Handak
* Tapis Tuho
* Tapis Sasap
* Tapis Lawok Silung
* Tapis Lawok Handak

Tapis Lampung dari Sungkai Way Kanan

* Tapis Jung Sarat
* Tapis Balak
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Halom/Gabo
* Tapis Kaca
* Tapis Kuning
* Tapis Lawok Halom
* Tapis Tuha
* Tapis Raja Medal
* Tapis Lawok Silung

Tapis Lampung dari Tulang Bawang Mego Pak

* Tapis Dewosano
* Tapis Limar Sekebar
* Tapis Ratu Tulang Bawang
* Tapis Bintang Perak
* Tapis Limar Tunggal
* Tapis Sasab
* Tapis Kilap Turki
* Tapis Jung Sarat
* Tapis Kaco Mato di Lem
* Tapis Kibang
* Tapis Cukkil
* Tapis Cucuk Sutero

Tapis Lampung dari Abung Siwo Mego

* Tapis Rajo Tunggal
* Tapis Lawet Andak
* Tapis Lawet Silung
* Tapis Lawet Linau
* Tapis Jung Sarat
* Tapis Raja Medal
* Tapis Nyelem di Laut Timbul di Gunung
* Tapis Cucuk Andak
* Tapis Balak
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Cucuk Semako
* Tapis Tuho
* Tapis Cucuk Agheng
* Tapis Gajah Mekhem
* Tapis Sasap
* Tapis Kuning
* Tapis Kaco
* Tapis Serdadu Baris


Jenis tapis lampung menurut pemakai: Tapis Jung Sarat

Dipakai oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat. Dapat juga dipakai oleh kelompok isteri kerabat yang lebih tua yang menghadiri upacara mengambil gelar, pengantin serta muli cangget (gadis penari) pada upacara adat. Tapis Raja Tunggal

Dipakai oleh isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara perkawinan adat, pengambilan gelar pangeran dan sutan.

Di daerah Abung Lampung Utara dipakai oleh gadis-gadis dalam menghadiri upacara adat.

Tapis Raja Medal

Dipakai oleh kelompok isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara adat seperti : mengawinkan anak, pengambilan gelar pangeran dan sutan.

Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini digunakan oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat.

Tapis Laut Andak

Dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada acara adat cangget. Dipakai juga oleh Anak Benulung (isteri adik) sebagai pengiring pada upacara pengambilan gelar sutan serta dipakai juga oleh menantu perempuan pada acara pengambilan gelar sutan.

Tapis Balak

Dipakai oleh kelompok adik perempuan dan kelompok isteri anak seorang yang sedang mengambil gelar pangeran pada upacara pengambilan gelar atau pada upacara mengawinkan anak. Tapis ini dapat juga dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada upacara adat.

Tapis Silung

Dipakai oleh kelompok orang tua yang tergolong kerabat dekat pada upacara adat seperti mengawinkan anak, pengambilan gelar, khitanan dan lain-lain. Dapat juga dipakai pada saat pengarakan pengantin.

Tapis Laut Linau

Dipakai oleh kerabat isteri yang tergolong kerabat jauh dalam menghadiri upacara adat. Dipakai juga oleh para gadis pengiring pengantin pada upacara turun mandi pengantin dan mengambil gelar pangeran serta dikenakan pula oleh gadis penari (muli cangget). Tapis Pucuk Rebung

Tapis ini dipakai oleh kelompok ibu-ibu/para isteri untuk menghadiri upacara adat.

Di daerah Menggala tapis ini disebut juga tapis balak, dipakai oleh wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Cucuk Andak

Dipakai oleh kelompok isteri keluarga penyimbang (kepala adat/suku) yang sudah bergelar sutan dalam menghadiri upacara perkawinan, pengambilan gelar adat.

Di daerah Lampung Utara tapis ini dipakai oleh pengantin wanita dalam upacara perkawinan adat.

Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini dipakai oleh ibu-ibu pengiring pengantin pada upacara adat perkawinan. Tapis Limar Sekebar

Tapis ini dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat serta dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin dalam upacara adat.

Tapis Cucuk Pinggir

Dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat dan dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin pada upacara perkawinan adat.

Tapis Tuho

Tapis ini dipakai oleh seorang isteri yang suaminya sedang mengambil gelar sutan. Dipakai juga oleh kelompok orang tua (mepahao) yang sedang mengambil gelar sutan serta dipakai pula oleh isteri sutan dalam menghadiri upacara pengambilan gelar kerabatnya yang dekat.

Tapis Agheng/Areng

Dipakai oleh kelompok isteri yang sudah mendapat gelar sutan (suaminya) pada upacara pengarakan naik pepadun/pengambilan gelar dan dipakai pula oleh pengantin sebagai pakaian sehari-hari. Tapis Inuh

Kain tapis ini umumnya dipakai pada saat menghadiri upacara-upacara adat. Tapis ini berasal dari daerah Krui, Lampung Barat.

Tapis Dewosano

Di daerah Menggala dan Kota Bumi, kain tapis ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Kaca

Tapis ini dipakai oleh wanita-wanita dalam menghadiri upacara adat. Bisa juga dipakai oleh wanita pengiring pengantin pada upacara adat. Tapis ini di daerah Pardasuka Lampung Selatan dipakai oleh laki-laki pada saat upacara adat.

Tapis Bintang

Tapis Bintang ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara adat.

Tapis Bidak Cukkil

Model kain Tapis ini dipakai oleh laki-laki pada saat menghadiri upacara-upacara adat.

Tapis Bintang Perak

Tapis ini dapat dipakai pada upacara-upacara adat dan berasal dari daerah Menggala, Lampung Utara.

Bahan dan peralatan tenun tapis: Bahan dasar

Kain tapis Lampung yang merupakan kerajinan tenun tradisional masyarakat Lampung ini dibuat dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas dan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain tapis, sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada tapis dengan sistim sulam.

Pada tahun 1950, para pengrajin tapis masih menggunakan bahan hasil pengolahan sendiri, khususnya untuk bahan tenun. Proses pengolahannya menggunakan sistim ikat, sedangkan penggunaan benang emas telah dikenal sejak lama.

Bahan-bahan baku itu antara lain :

* Khambak/kapas digunakan untuk membuat benang.
* Kepompong ulat sutera untuk membuat benang sutera.
* Pantis/lilin sarang lebah untuk meregangkan benang.
* Akar serai wangi untuk pengawet benang.
* Daun sirih untuk membuat warna kain tidak luntur.
* Buah pinang muda, daun pacar, kulit kayu kejal untuk pewarna merah.
* Kulit kayu salam, kulit kayu rambutan untuk pewarna hitam.
* Kulit kayu mahoni atau kalit kayu durian untuk pewarna coklat.
* Buah deduku atau daun talom untuk pewarna biru.
* Kunyit dan kapur sirih untuk pewarna kuning.

Pada saat ini bahan-bahan tersebut diatas sudah jarang digunakan lagi, oleh karena pengganti bahan-bahan diatas tersebut sudah banyak diperdagangkan di pasaran.
[sunting] Peralatan tenun kain tapis

Proses pembuatan tenun kain tapis menggunakn peralatan-peralatan sebagai berikut :

* Sesang yaitu alat untuk menyusun benang sebelum dipasang pada alat tenun.
* Mattakh yaitu alat untuk menenun kain tapis yang terdiri dari bagian alat-alat :
* Terikan (alat menggulung benang)
* Cacap (alat untuk meletakkan alat-alat mettakh)
* Belida (alat untuk merapatkan benang)
* Kusuran (alat untuk menyusun benang dan memisahkan benang)
* Apik (alat untuk menahan rentangan benang dan menggulung hasil tenunan)
* Guyun (alat untuk mengatur benang)
* Ijan atau Peneken (tunjangan kaki penenun)
* Sekeli (alat untuk tempat gulungan benang pakan, yaitu benang yang dimasukkan melintang)
* Terupong/Teropong (alat untuk memasukkan benang pakan ke tenunan)
* Amben (alat penahan punggung penenun)
* Tekang yaitu alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam benang emas.
Cyberto, kaskus addict -
Informasi berikut ini mengenai kain tapis, diambil dari arsip Kaskus, bersumber dari dari wikipedia

Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenun, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.

Suku bangsa lampung: Masyarakat Lampung asli memiliki struktur adat yang tersendiri. Bentuk masyarakat hukum adat tersebut berbeda antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya. Secara umum dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu masyarakat adat Saibatin dan masyarakat adat Pepadun



Suku bangsa Lampung yang beradat Saibatin (Pesisir) terdiri dari :

* Kepaksian Sekala Brak
* Keratuan Melinting
* Keratuan Balau
* Keratuan Darah Putih
* Keratuan Semaka
* Keratuan Komering
* Cikoneng Pak Pekon

Suku bangsa Lampung yang beradat Pepadun (Pedalaman) dapat digolongkan menjadi :

* Abung Siwo Mego (Abung Sembilan Marga)
* Mego Pak Tulang Bawang (Tulang Bawang Empat Marga)
* Pubian Telu Suku (Pubian Tiga Suku)
* Buay Lima Way Kanan (Way Kanan Lima Kebuayan)
* Sungkay Bunga Mayang

Berdasarkan pembagian penduduk yang serba mendua ini maka Lampung dikenal sebagai Propinsi Sang Bumi Ruwa Jurai yang dapat diartikan "Bumi Yang Dua Dalam Kesatuan."

Di daerah Lampung dikenal berbagai peralatan dan perlengkapan adat yang melambangkan status seseorang yang ditandai dengan pemilikan sebuah kain adat yaitu Kain Tapis Lampung.

Pengertian tapis lampung: Kain tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.


Sejarah kain tapis lampung: Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat.

Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang Lampung telah menenun kain brokat yang disebut nampan (tampan) dan kain pelepai sejak abad ke-2 Masehi. Motif kain ini ialah kait dan kunci (key and rhomboid shape), pohon hayat, dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh.

Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolitikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.

Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.

Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepulauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan zaman bahari sudah mulai berkembang sejak zaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan islam antara tahun 1500 - 1700 .

Bermula dari latar belakang sejarah ini, imajinasi dan kreasi seniman pencipta jelas memengaruhi hasil ciptaan yang mengambil ide-ide pada kehidupan sehari-hari yang berlangsung disekitar lingkungan seniman dimana ia tinggal. Penggunaan transportasi pelayaran saat itu dan alam lingkungan laut telah memberi ide penggunaan motif hias pada kain kapal. Ragam motif kapal pada kain kapal menunjukkan adanya keragaman bentuk dan konstruksi kapal yang digunakan.

Jenis tapis lampung menurut asal pemakaiannya: Beberapa jenis kain tapis yang umum digunakan masyarakat Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin adalah :
Tapis Lampung dari Pesisir

* Tapis Inuh
* Tapis Cucuk Andak
* Tapis Semaka
* Tapis Kuning
* Tapis Cukkil
* Tapis Jinggu
Tapis lampung dari Pubian Telu Suku

* Tapis Jung Sarat
* Tapis Balak
* Tapis Laut Linau
* Tapis Raja Medal
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Cucuk Handak
* Tapis Tuho
* Tapis Sasap
* Tapis Lawok Silung
* Tapis Lawok Handak

Tapis Lampung dari Sungkai Way Kanan

* Tapis Jung Sarat
* Tapis Balak
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Halom/Gabo
* Tapis Kaca
* Tapis Kuning
* Tapis Lawok Halom
* Tapis Tuha
* Tapis Raja Medal
* Tapis Lawok Silung

Tapis Lampung dari Tulang Bawang Mego Pak

* Tapis Dewosano
* Tapis Limar Sekebar
* Tapis Ratu Tulang Bawang
* Tapis Bintang Perak
* Tapis Limar Tunggal
* Tapis Sasab
* Tapis Kilap Turki
* Tapis Jung Sarat
* Tapis Kaco Mato di Lem
* Tapis Kibang
* Tapis Cukkil
* Tapis Cucuk Sutero

Tapis Lampung dari Abung Siwo Mego

* Tapis Rajo Tunggal
* Tapis Lawet Andak
* Tapis Lawet Silung
* Tapis Lawet Linau
* Tapis Jung Sarat
* Tapis Raja Medal
* Tapis Nyelem di Laut Timbul di Gunung
* Tapis Cucuk Andak
* Tapis Balak
* Tapis Pucuk Rebung
* Tapis Cucuk Semako
* Tapis Tuho
* Tapis Cucuk Agheng
* Tapis Gajah Mekhem
* Tapis Sasap
* Tapis Kuning
* Tapis Kaco
* Tapis Serdadu Baris


Jenis tapis lampung menurut pemakai: Tapis Jung Sarat

Dipakai oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat. Dapat juga dipakai oleh kelompok isteri kerabat yang lebih tua yang menghadiri upacara mengambil gelar, pengantin serta muli cangget (gadis penari) pada upacara adat. Tapis Raja Tunggal

Dipakai oleh isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara perkawinan adat, pengambilan gelar pangeran dan sutan.

Di daerah Abung Lampung Utara dipakai oleh gadis-gadis dalam menghadiri upacara adat.

Tapis Raja Medal

Dipakai oleh kelompok isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara adat seperti : mengawinkan anak, pengambilan gelar pangeran dan sutan.

Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini digunakan oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat.

Tapis Laut Andak

Dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada acara adat cangget. Dipakai juga oleh Anak Benulung (isteri adik) sebagai pengiring pada upacara pengambilan gelar sutan serta dipakai juga oleh menantu perempuan pada acara pengambilan gelar sutan.

Tapis Balak

Dipakai oleh kelompok adik perempuan dan kelompok isteri anak seorang yang sedang mengambil gelar pangeran pada upacara pengambilan gelar atau pada upacara mengawinkan anak. Tapis ini dapat juga dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada upacara adat.

Tapis Silung

Dipakai oleh kelompok orang tua yang tergolong kerabat dekat pada upacara adat seperti mengawinkan anak, pengambilan gelar, khitanan dan lain-lain. Dapat juga dipakai pada saat pengarakan pengantin.

Tapis Laut Linau

Dipakai oleh kerabat isteri yang tergolong kerabat jauh dalam menghadiri upacara adat. Dipakai juga oleh para gadis pengiring pengantin pada upacara turun mandi pengantin dan mengambil gelar pangeran serta dikenakan pula oleh gadis penari (muli cangget). Tapis Pucuk Rebung

Tapis ini dipakai oleh kelompok ibu-ibu/para isteri untuk menghadiri upacara adat.

Di daerah Menggala tapis ini disebut juga tapis balak, dipakai oleh wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Cucuk Andak

Dipakai oleh kelompok isteri keluarga penyimbang (kepala adat/suku) yang sudah bergelar sutan dalam menghadiri upacara perkawinan, pengambilan gelar adat.

Di daerah Lampung Utara tapis ini dipakai oleh pengantin wanita dalam upacara perkawinan adat.

Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini dipakai oleh ibu-ibu pengiring pengantin pada upacara adat perkawinan. Tapis Limar Sekebar

Tapis ini dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat serta dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin dalam upacara adat.

Tapis Cucuk Pinggir

Dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat dan dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin pada upacara perkawinan adat.

Tapis Tuho

Tapis ini dipakai oleh seorang isteri yang suaminya sedang mengambil gelar sutan. Dipakai juga oleh kelompok orang tua (mepahao) yang sedang mengambil gelar sutan serta dipakai pula oleh isteri sutan dalam menghadiri upacara pengambilan gelar kerabatnya yang dekat.

Tapis Agheng/Areng

Dipakai oleh kelompok isteri yang sudah mendapat gelar sutan (suaminya) pada upacara pengarakan naik pepadun/pengambilan gelar dan dipakai pula oleh pengantin sebagai pakaian sehari-hari. Tapis Inuh

Kain tapis ini umumnya dipakai pada saat menghadiri upacara-upacara adat. Tapis ini berasal dari daerah Krui, Lampung Barat.

Tapis Dewosano

Di daerah Menggala dan Kota Bumi, kain tapis ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat menghadiri upacara adat.

Tapis Kaca

Tapis ini dipakai oleh wanita-wanita dalam menghadiri upacara adat. Bisa juga dipakai oleh wanita pengiring pengantin pada upacara adat. Tapis ini di daerah Pardasuka Lampung Selatan dipakai oleh laki-laki pada saat upacara adat.

Tapis Bintang

Tapis Bintang ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara adat.

Tapis Bidak Cukkil

Model kain Tapis ini dipakai oleh laki-laki pada saat menghadiri upacara-upacara adat.

Tapis Bintang Perak

Tapis ini dapat dipakai pada upacara-upacara adat dan berasal dari daerah Menggala, Lampung Utara.

Bahan dan peralatan tenun tapis: Bahan dasar

Kain tapis Lampung yang merupakan kerajinan tenun tradisional masyarakat Lampung ini dibuat dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas dan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain tapis, sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada tapis dengan sistim sulam.

Pada tahun 1950, para pengrajin tapis masih menggunakan bahan hasil pengolahan sendiri, khususnya untuk bahan tenun. Proses pengolahannya menggunakan sistim ikat, sedangkan penggunaan benang emas telah dikenal sejak lama.

Bahan-bahan baku itu antara lain :

* Khambak/kapas digunakan untuk membuat benang.
* Kepompong ulat sutera untuk membuat benang sutera.
* Pantis/lilin sarang lebah untuk meregangkan benang.
* Akar serai wangi untuk pengawet benang.
* Daun sirih untuk membuat warna kain tidak luntur.
* Buah pinang muda, daun pacar, kulit kayu kejal untuk pewarna merah.
* Kulit kayu salam, kulit kayu rambutan untuk pewarna hitam.
* Kulit kayu mahoni atau kalit kayu durian untuk pewarna coklat.
* Buah deduku atau daun talom untuk pewarna biru.
* Kunyit dan kapur sirih untuk pewarna kuning.

Pada saat ini bahan-bahan tersebut diatas sudah jarang digunakan lagi, oleh karena pengganti bahan-bahan diatas tersebut sudah banyak diperdagangkan di pasaran.
[sunting] Peralatan tenun kain tapis

Proses pembuatan tenun kain tapis menggunakn peralatan-peralatan sebagai berikut :

* Sesang yaitu alat untuk menyusun benang sebelum dipasang pada alat tenun.
* Mattakh yaitu alat untuk menenun kain tapis yang terdiri dari bagian alat-alat :
* Terikan (alat menggulung benang)
* Cacap (alat untuk meletakkan alat-alat mettakh)
* Belida (alat untuk merapatkan benang)
* Kusuran (alat untuk menyusun benang dan memisahkan benang)
* Apik (alat untuk menahan rentangan benang dan menggulung hasil tenunan)
* Guyun (alat untuk mengatur benang)
* Ijan atau Peneken (tunjangan kaki penenun)
* Sekeli (alat untuk tempat gulungan benang pakan, yaitu benang yang dimasukkan melintang)
* Terupong/Teropong (alat untuk memasukkan benang pakan ke tenunan)
* Amben (alat penahan punggung penenun)
* Tekang yaitu alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam benang emas.

Tapis Produksi Rekanan Fortuna

Yayasan Fortuna - photo2 ini diambil dari kamera yang kurang baik, mohon maaf atas jeleknya photo2, tapi kami punya photo2 yang lebih baik yang belum sempat kami upload, semoga bermanfaat....































































































Yayasan Fortuna - photo2 ini diambil dari kamera yang kurang baik, mohon maaf atas jeleknya photo2, tapi kami punya photo2 yang lebih baik yang belum sempat kami upload, semoga bermanfaat....































































































Aneka Istilah Fashion & Artinya

Oleh Cynthia Listiyani | FIMELA.com –

Tulisan yang membuka wawasan kita tentang istilah2 bahasa asing dalam tatabusana, selamat membaca

1.Ready to Wear/Pret-a-Porter
Kebanyakan busana yang kita lihat di butik adalah koleksi yang biasa disebut ready to wear atau net-a-porter dalam bahasa Perancis atau busana siap pakai dalam bahasa Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan koleksi suatu label yang diproduksi secara masal. Biasanya koleksi ini dibuat dengan standard clothing size (misalnya S, M, L, dll) dan sudah siap tersedia di toko-toko dalam kuantitas yang banyak.



2.Haute Couture
Kebalikan dengan ready to wear, istilah haute couture artinya adalah high dress making. Kata ini dipakai untuk menjelaskan lini custom made yang khusus dibuat oleh desainer untuk klien mereka. Gaun haute couture hanya akan dibuat berdasar pesanan dan dibuat sesuai ukuran personal klien yang memesan. Jadi, sudah bisa ditebak bahwa lini ini sangatlah mewah, eksklusif dan pastinya one of a kind. Di Paris sendiri terdapat sebuah organisasi yang dinamakan Chambre syndicale de la haute couture yang menentukan desainer mana yang berhak melakukan show couture karena terdapat aturan tersendiri. Beberapa peraturan yang harus diikuti untuk bisa bergabung dengan para couturier lain adalah:

- Menawarkan servis custom made untuk klien, memastikan fitting dan desain yang mereka buat one of a kind.- Desainer harus membuat khusus satu desain baru untuk klien mereka dan mereka diharuskan melakukan fitting sebanyak yang diperlukan untuk satu desain itu hingga selesai dibuat.

- Harus memiliki atelier atau workshop di Paris yang mempekerjakan 15 orang lokal secara full time.
- Dalam satu tahun, desainer harus membuat dua show untuk para media di Paris. Koleksi mereka harus berjumlah kurang lebih 35 items untuk day time wear atau evening wear.

3.Fashion Season Spring/Summer, Fall/Winter
Tren fashion masih ditentukan oleh negara—negara di belahan Barat sana yang memiliki empat musim. Jadi fashion pun masih mengikuti kebutuhan pakaian mereka yang tinggal di sana. Dalam setahun para label pasti akan menggelar dua fashion show besar yaitu Spring/Summer dan Fall/Winter. Seperti musimnya baju-baju untuk musim Spring/Summer, para label pasti menyiapkan koleksi ringan yang memang pas digunakan saat musim tersebut. Warna-warna terang biasa digunakan, bahan ringan hingga pemilihan desain yang lebih mengarah kepada baju untuk liburan. Sedangkan untuk Fall/Winter pemilihan warna yang lebih gelap biasa dipilih, lalu penggunaan material seperti fur, kulit hingga footwear sejenis boots kerap ada di musim ini. Lalu pada saat transisi antara kedua musim ini, beberapa desainer biasanya mengeluarkan mini koleksi seperti Resort dan juga Pre Fall, sebagai sneak peek untuk koleksi besar nantinya.

4. Fashion Faux Pas
Kata "faux pas" sendiri dalam bahasa Perancis artinya pelanggaran yang dilakukan melawan norma-norma sosial yang ada, misalnya mulai dari kebiasaan, aturan atau etiket yang ada. Sedangkan "fashion faux pas" sendiri artinya ketika seseorang terjebak dalam situasi salah kostum, atau penampilannya tidak sesuai dengan dress code atau tren yang ada saat ini. Istilah ini dipopulerkan oleh Louis XIV, dan pada saat pemerintahannya dia sangat senang dengan pertunjukan tari. Jadi jika kamu salah dandan saat menghandiri pesta dansanya, kamu bisa-bisa langsung diusir.

5. The “It” Things
Istilah ini bisa digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang paling happening, paling gaya dan paling keren yang sedang terjadi saat ini. “It” ini bisa dipakai mulai dari menjelaskan tren, desainer, koleksi, socialiate, aktor hingga penyanyi.

6. Fashionista
Pada awalnya kata fashionista bermakna sedikit negative yaitu menjelaskan seseorang yang gila belanja dan mengikuti semua tren yang ada tanpa memiliki personal style sendiri. Kini para media menggunakan kata fashionista untuk menjelaskan seseorang yang memiliki personal style yang luar biasa, dia berhasil menciptakan tren tersendiri, mampu menggabungkan high fashion dengan koleksi vintage. Intinya perempuan yang memiliki gaya yang stylish dan tidak terdikte oleh fashion.

7. Glitterati
"The glitterati packed the red carpet.", biasanya geng glitterati selalu terlihat terdepan pada saat fashion show, red carpet hingga halawan awal majalah fashion hingga majalah gossip. Grup ini biasanya terdiri dari selebriti, socialite, editor dan fashionista yang semuanya fashionable, glamourous dan yang pasti membuat iri banyak orang lain yang melihatnya.

8. Fashion Editrix
Sebenarnya fashion editrix memiliki arti yang sama dari seorang fashion editor perempuan. Penggunaan kata "Editrix" sebagai pengganti "editor" adalah hasil dari tambahan kata "dominatrix". Editor + Dominatrix = Editrix. Jadi maksudnya adalah Editor yang dominan atau memimpin. Maka dari itu biasanya yang mendapat julukan ini biasanya sudah berada di posisi pimpinan senior. Misalnya Anna Wintour dari majalah Vogue USA dan Emmanuelle Alt pengganti Carine Roitfeld adalah salah satu editor majalah fashion yang paling terkenal bahkan memiliki status sama dengan para glitterati lainnya. Terlihat dari cuplikan film dokumenter soal industri fashion, "The September Issue", pendapat Anna sangat penting sehingga para desainer besar meminta approval-nya secara tidak langsung sebelum melansir koleksi terbarunya. Selain pengaruh besar mereka untuk industri fashion, personality dan personal style membuat para fashion editrix ini tetap menjadi topik hangat untuk dibahas.

9. Androgynous Style
Salah satu advantage lain terlahir menjadi perempuan adalah kita bisa bebas meminjam busana pria dan menjadikan itu sebagai salah satu gaya personal kita. Androgyny atau androgini dalam bahasa Indonesia adalah sebuah gaya yang terinspirasi dari pakaian pria mulai dari siluet, material hingga warna. Beberapa fashion item yang bisa kamu kenakan jika ingin mencoba style ini adalah blazer, celana lurus, bow tie, hingga oxford shoes.

10. Fashion Du Jour
Fashion du jour juga salah satu istilah yang sering kita baca atau dengar. Kata du jour sendiri yang berasal dari bahasa Perancis berarti “hari ini”. Jadi fashion du jour memiliki arti fashion hari ini atau juga bisa dianggap "the latest fashion".
Oleh Cynthia Listiyani | FIMELA.com –

Tulisan yang membuka wawasan kita tentang istilah2 bahasa asing dalam tatabusana, selamat membaca

1.Ready to Wear/Pret-a-Porter
Kebanyakan busana yang kita lihat di butik adalah koleksi yang biasa disebut ready to wear atau net-a-porter dalam bahasa Perancis atau busana siap pakai dalam bahasa Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan koleksi suatu label yang diproduksi secara masal. Biasanya koleksi ini dibuat dengan standard clothing size (misalnya S, M, L, dll) dan sudah siap tersedia di toko-toko dalam kuantitas yang banyak.



2.Haute Couture
Kebalikan dengan ready to wear, istilah haute couture artinya adalah high dress making. Kata ini dipakai untuk menjelaskan lini custom made yang khusus dibuat oleh desainer untuk klien mereka. Gaun haute couture hanya akan dibuat berdasar pesanan dan dibuat sesuai ukuran personal klien yang memesan. Jadi, sudah bisa ditebak bahwa lini ini sangatlah mewah, eksklusif dan pastinya one of a kind. Di Paris sendiri terdapat sebuah organisasi yang dinamakan Chambre syndicale de la haute couture yang menentukan desainer mana yang berhak melakukan show couture karena terdapat aturan tersendiri. Beberapa peraturan yang harus diikuti untuk bisa bergabung dengan para couturier lain adalah:

- Menawarkan servis custom made untuk klien, memastikan fitting dan desain yang mereka buat one of a kind.- Desainer harus membuat khusus satu desain baru untuk klien mereka dan mereka diharuskan melakukan fitting sebanyak yang diperlukan untuk satu desain itu hingga selesai dibuat.

- Harus memiliki atelier atau workshop di Paris yang mempekerjakan 15 orang lokal secara full time.
- Dalam satu tahun, desainer harus membuat dua show untuk para media di Paris. Koleksi mereka harus berjumlah kurang lebih 35 items untuk day time wear atau evening wear.

3.Fashion Season Spring/Summer, Fall/Winter
Tren fashion masih ditentukan oleh negara—negara di belahan Barat sana yang memiliki empat musim. Jadi fashion pun masih mengikuti kebutuhan pakaian mereka yang tinggal di sana. Dalam setahun para label pasti akan menggelar dua fashion show besar yaitu Spring/Summer dan Fall/Winter. Seperti musimnya baju-baju untuk musim Spring/Summer, para label pasti menyiapkan koleksi ringan yang memang pas digunakan saat musim tersebut. Warna-warna terang biasa digunakan, bahan ringan hingga pemilihan desain yang lebih mengarah kepada baju untuk liburan. Sedangkan untuk Fall/Winter pemilihan warna yang lebih gelap biasa dipilih, lalu penggunaan material seperti fur, kulit hingga footwear sejenis boots kerap ada di musim ini. Lalu pada saat transisi antara kedua musim ini, beberapa desainer biasanya mengeluarkan mini koleksi seperti Resort dan juga Pre Fall, sebagai sneak peek untuk koleksi besar nantinya.

4. Fashion Faux Pas
Kata "faux pas" sendiri dalam bahasa Perancis artinya pelanggaran yang dilakukan melawan norma-norma sosial yang ada, misalnya mulai dari kebiasaan, aturan atau etiket yang ada. Sedangkan "fashion faux pas" sendiri artinya ketika seseorang terjebak dalam situasi salah kostum, atau penampilannya tidak sesuai dengan dress code atau tren yang ada saat ini. Istilah ini dipopulerkan oleh Louis XIV, dan pada saat pemerintahannya dia sangat senang dengan pertunjukan tari. Jadi jika kamu salah dandan saat menghandiri pesta dansanya, kamu bisa-bisa langsung diusir.

5. The “It” Things
Istilah ini bisa digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang paling happening, paling gaya dan paling keren yang sedang terjadi saat ini. “It” ini bisa dipakai mulai dari menjelaskan tren, desainer, koleksi, socialiate, aktor hingga penyanyi.

6. Fashionista
Pada awalnya kata fashionista bermakna sedikit negative yaitu menjelaskan seseorang yang gila belanja dan mengikuti semua tren yang ada tanpa memiliki personal style sendiri. Kini para media menggunakan kata fashionista untuk menjelaskan seseorang yang memiliki personal style yang luar biasa, dia berhasil menciptakan tren tersendiri, mampu menggabungkan high fashion dengan koleksi vintage. Intinya perempuan yang memiliki gaya yang stylish dan tidak terdikte oleh fashion.

7. Glitterati
"The glitterati packed the red carpet.", biasanya geng glitterati selalu terlihat terdepan pada saat fashion show, red carpet hingga halawan awal majalah fashion hingga majalah gossip. Grup ini biasanya terdiri dari selebriti, socialite, editor dan fashionista yang semuanya fashionable, glamourous dan yang pasti membuat iri banyak orang lain yang melihatnya.

8. Fashion Editrix
Sebenarnya fashion editrix memiliki arti yang sama dari seorang fashion editor perempuan. Penggunaan kata "Editrix" sebagai pengganti "editor" adalah hasil dari tambahan kata "dominatrix". Editor + Dominatrix = Editrix. Jadi maksudnya adalah Editor yang dominan atau memimpin. Maka dari itu biasanya yang mendapat julukan ini biasanya sudah berada di posisi pimpinan senior. Misalnya Anna Wintour dari majalah Vogue USA dan Emmanuelle Alt pengganti Carine Roitfeld adalah salah satu editor majalah fashion yang paling terkenal bahkan memiliki status sama dengan para glitterati lainnya. Terlihat dari cuplikan film dokumenter soal industri fashion, "The September Issue", pendapat Anna sangat penting sehingga para desainer besar meminta approval-nya secara tidak langsung sebelum melansir koleksi terbarunya. Selain pengaruh besar mereka untuk industri fashion, personality dan personal style membuat para fashion editrix ini tetap menjadi topik hangat untuk dibahas.

9. Androgynous Style
Salah satu advantage lain terlahir menjadi perempuan adalah kita bisa bebas meminjam busana pria dan menjadikan itu sebagai salah satu gaya personal kita. Androgyny atau androgini dalam bahasa Indonesia adalah sebuah gaya yang terinspirasi dari pakaian pria mulai dari siluet, material hingga warna. Beberapa fashion item yang bisa kamu kenakan jika ingin mencoba style ini adalah blazer, celana lurus, bow tie, hingga oxford shoes.

10. Fashion Du Jour
Fashion du jour juga salah satu istilah yang sering kita baca atau dengar. Kata du jour sendiri yang berasal dari bahasa Perancis berarti “hari ini”. Jadi fashion du jour memiliki arti fashion hari ini atau juga bisa dianggap "the latest fashion".

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Memelihara Alat Jahit

Yayasan Fortuna-
Mata Pelajaran         : Menjahit Pakaian Wanita dan Anak
Level                        :
Standar Kompetensi : Memelihara Alat jahit
Kompetensi Dasar
: - Melaksanakan persiapan tempat dan alat kerja
: - Memelihara alat jahit
: - Menyimpan alat jahit, alat bantu jahit
: - Merapihkan Tempat dan Alat kerja
: - Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis

Waktu :    jam @ 60 Menit

1.Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran, warga belajar dapat:

- Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis
- Menyebutkan alat kerja sesuai kebutuhan
- Menyebutkan alat jahit sesuai jenis, fungsi dan spesifikasi
- Memeriksa dan menyimpan alat jahit dan perlengkapannya
- Merapihkan tempat kerja

2. Materi Ajar

3. Metode
Ceramah bervariasikan Diskusi dan praktek, untuk belajar online, dapat menghubungi kami via email atau kontak kami di sini (klik disini).

4. Langkah- langkah Kegiatan

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup

5. Alat / Sumber Belajar

6. Penilaian

Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran. Proses penilaian dilakukan melalui kegiatan tanya jawab

Tenaga Pendidik
Mata pelajaran
Menjahit Pakaian Wanita dan Anak




(……………………….)
Yayasan Fortuna-
Mata Pelajaran         : Menjahit Pakaian Wanita dan Anak
Level                        :
Standar Kompetensi : Memelihara Alat jahit
Kompetensi Dasar
: - Melaksanakan persiapan tempat dan alat kerja
: - Memelihara alat jahit
: - Menyimpan alat jahit, alat bantu jahit
: - Merapihkan Tempat dan Alat kerja
: - Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis

Waktu :    jam @ 60 Menit

1.Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran, warga belajar dapat:

- Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis
- Menyebutkan alat kerja sesuai kebutuhan
- Menyebutkan alat jahit sesuai jenis, fungsi dan spesifikasi
- Memeriksa dan menyimpan alat jahit dan perlengkapannya
- Merapihkan tempat kerja

2. Materi Ajar

3. Metode
Ceramah bervariasikan Diskusi dan praktek, untuk belajar online, dapat menghubungi kami via email atau kontak kami di sini (klik disini).

4. Langkah- langkah Kegiatan

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup

5. Alat / Sumber Belajar

6. Penilaian

Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran. Proses penilaian dilakukan melalui kegiatan tanya jawab

Tenaga Pendidik
Mata pelajaran
Menjahit Pakaian Wanita dan Anak




(……………………….)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mengukur Tubuh

.
Mata Pelajaran             : Menjahit Pakaian Wanita  dan Anak
Level                            :
Standar Kompetensi     : Mengukur Tubuh
Kompetensi Dasar        :
: - Melaksanakan persiapan tempat dan alat kerja
: - Mengukur bentuk tubuh pelanggan
: - Merapikan tempat dan alat kerja
: - Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis

Waktu   :         jam @ 60 Menit

Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran, warga belajar dapat:
- Menjelaskan dan menyiapkan tentang tempat kerja secara ergonomis
- mempersiapkan alat  untuk mengukur tubuh pelanggan
- Menerapkan keselamatan kerja sesuai dengan prosedur
- Mengidentifikasi ukuran yang diperlukan untuk mengukur tubuh
- Mengukur tubuh pelanggan dengan sikap yang baik
- Melakukan pengukuran sesuai model permintaan pelanggan dan memeriksa ketepatan hasil ukuran
- Memeriksa, menyimpan peralatan mengukur tubuh
- Merapikan tempat kerja dengan rapi dan benar

2. Materi Ajar

3. Metode

Ceramah bervariasikan Diskusi dan praktek, untuk belajar online, dapat menghubungi kami via email atau kontak kami di sini (klik disini).

4. Langkah- langkah Kegiatan

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup

5. Alat / Sumber Belajar

6. Penilaian
Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran. Proses penilaian dilakukan melalui kegiatan tanya jawab


Tenaga Pendidik
Mata pelajaran
Menjahit Pakaian Wanita dan Anak





(……………………….)
.
Mata Pelajaran             : Menjahit Pakaian Wanita  dan Anak
Level                            :
Standar Kompetensi     : Mengukur Tubuh
Kompetensi Dasar        :
: - Melaksanakan persiapan tempat dan alat kerja
: - Mengukur bentuk tubuh pelanggan
: - Merapikan tempat dan alat kerja
: - Menyiapkan tempat kerja secara ergonomis

Waktu   :         jam @ 60 Menit

Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran, warga belajar dapat:
- Menjelaskan dan menyiapkan tentang tempat kerja secara ergonomis
- mempersiapkan alat  untuk mengukur tubuh pelanggan
- Menerapkan keselamatan kerja sesuai dengan prosedur
- Mengidentifikasi ukuran yang diperlukan untuk mengukur tubuh
- Mengukur tubuh pelanggan dengan sikap yang baik
- Melakukan pengukuran sesuai model permintaan pelanggan dan memeriksa ketepatan hasil ukuran
- Memeriksa, menyimpan peralatan mengukur tubuh
- Merapikan tempat kerja dengan rapi dan benar

2. Materi Ajar

3. Metode

Ceramah bervariasikan Diskusi dan praktek, untuk belajar online, dapat menghubungi kami via email atau kontak kami di sini (klik disini).

4. Langkah- langkah Kegiatan

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup

5. Alat / Sumber Belajar

6. Penilaian
Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran. Proses penilaian dilakukan melalui kegiatan tanya jawab


Tenaga Pendidik
Mata pelajaran
Menjahit Pakaian Wanita dan Anak





(……………………….)

Modul Belajar Tata Busana

Yayasan Fortuna -
PANDUAN PELAJARAN TATA BUSANA (MENJAHIT)
LEVEL I (KHUSUS UNTUK SISWA LKP FORTUNA)

MODUL LEVEL I BERISI:

1. Pengetahuan Alat Membuat Pola dan Alat Menjahit
2. Cara Mengukur Tubuh
3. Cara Mengukur Tangan
4. Cara Mengukur Rok
5. Cara Mengukur Tubuh Untuk Kebaya
6. Cara Mengukur Tubuh Untuk Kamisol
7. Cara Mengukur Tangan Untuk Kebaya
8. Daftar Ukuran Pola Standar
9. Pola Kemeja Skala ¼
10. Pola Rok Span SMU Skala ¼
11. Pola Pias Delapan Skala ¼
12. Pola Kebaya Skala ¼
13. Pola Kamisol Skala ¼
14. Pengetahuan Tentang Operasional Mesin Jahit Manual dan Dinamo, dan Mesin Obras


Untuk penjelasan modul lebih lanjut silahkan kirim alamat atau email anda, kami akan segera membalasnya
Yayasan Fortuna -
PANDUAN PELAJARAN TATA BUSANA (MENJAHIT)
LEVEL I (KHUSUS UNTUK SISWA LKP FORTUNA)

MODUL LEVEL I BERISI:

1. Pengetahuan Alat Membuat Pola dan Alat Menjahit
2. Cara Mengukur Tubuh
3. Cara Mengukur Tangan
4. Cara Mengukur Rok
5. Cara Mengukur Tubuh Untuk Kebaya
6. Cara Mengukur Tubuh Untuk Kamisol
7. Cara Mengukur Tangan Untuk Kebaya
8. Daftar Ukuran Pola Standar
9. Pola Kemeja Skala ¼
10. Pola Rok Span SMU Skala ¼
11. Pola Pias Delapan Skala ¼
12. Pola Kebaya Skala ¼
13. Pola Kamisol Skala ¼
14. Pengetahuan Tentang Operasional Mesin Jahit Manual dan Dinamo, dan Mesin Obras


Untuk penjelasan modul lebih lanjut silahkan kirim alamat atau email anda, kami akan segera membalasnya

Pencarian

 
Modified by Web Komputer from Blogger Templates, HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code